Profil
Sejarah
Ketika didirikan pada tahun 1965, Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Diponegoro bertujuan mendidik mahasiswa menjadi sarjana kebudayaan Indonesia yang akan mempelajari kebudayaan Indonesia untuk memperkaya ilmu kebudayaan Indonesia dan memperkenalkan kepada dunia internasional. Oleh karena itu, satu-satunya jurusan yang diselenggarakan ialah Departemen Indonesiologi.
Pada tahun 1967, berkembanglah tujuan itu sehingga terbentuklah Departemen Anglo Saxon. Akan tetapi, pemilihan jurusan atau keahlian itu baru dilaksanakan pada tahun ke tiga. Jadi, pada tahun pertama dan ke dua, mahasiswa masih berada pada satu jurusan umum. Namun, pada tahun 1968 muncul pendapat bahwa penjurusan seperti itu dirasakan kurang menguntungkan mahasiswa, terutama yang memilih Departemen Anglo Saxon. Kemudian, pendapat itu dibahas oleh Senat Fakultas Sastra Budaya Universitas Diponegoro. Rapat Senat pada tanggal 31 Januari 1970 memutuskan penjurusan dilaksanakan pada tahun ke dua. Dengan demikian dasar ke-Indonesia-annya diberikan secara padat pada tahun pertama.
Departemen Anglo Saxon menjadi embrio dari Program Sarjana Sastra Inggris. Pada waktu itu, Departemen Anglo Saxon baru dibuka sampai tingkat sarjana muda. Kemudian, pada tahun 1973 mulai dibuka tingkat doktoral dan pertama kali meluluskan sarjana pada tahun 1974. Izin pendirian diperoleh dari Dirjen Pendidikan Tinggi, yaitu SK Dikti No. 106/Dikti/Kep/1984 tanggal 21 April 1984. Saat ini, Prodi Sarjana Sastra Inggris terakreditasi A dari BAN PT dan pada bulan Maret 2024, Prodi Sarjana Sastra Inggris berhasil memperoleh akreditasi internasional FIBAA.