Maraknya kasus penipuan online di Indonesia menunjukkan pentingnya peningkatan literasi digital di tengah masyarakat. Berbagai modus kejahatan siber seperti pesan WhatsApp palsu, panggilan telepon yang mengatasnamakan instansi tertentu, tautan phishing, hingga file APK berbahaya terus berkembang dan berpotensi mengancam keamanan data pribadi maupun kondisi finansial masyarakat. Menanggapi kondisi tersebut, Elvina Dhea Saputri, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik IDBU 13 Universitas Diponegoro di Desa Teras, menyusun sebuah booklet digital berjudul “Waspada Penipuan Online” sebagai media edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai bentuk penipuan digital.
Program ini dilaksanakan selama pelaksanaan KKN Tematik pada Juli 2026 di Desa Teras, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Penyusunan booklet didasarkan pada kebutuhan masyarakat akan informasi yang mudah dipahami mengenai keamanan dalam beraktivitas di dunia digital. Materi yang disajikan dihimpun dari berbagai sumber terpercaya, kemudian dikemas menggunakan bahasa yang sederhana dan dilengkapi ilustrasi menarik agar dapat dipahami oleh berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga orang dewasa.
Booklet digital tersebut memuat berbagai informasi penting, mulai dari pengertian penipuan online, jenis-jenis modus yang sering terjadi, tanda-tanda penipuan digital, langkah-langkah pencegahan, hingga tindakan yang perlu dilakukan apabila seseorang menjadi korban kejahatan siber. Melalui materi tersebut, masyarakat diharapkan semakin berhati-hati dalam menjaga data pribadi, mampu mengenali aktivitas digital yang mencurigakan, serta lebih bijak dalam memanfaatkan teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai upaya memperluas jangkauan edukasi, booklet dipublikasikan melalui akun Instagram literasi @bacaaditeras, dibagikan ke grup WhatsApp warga, serta diunggah pada website sehingga dapat diakses kapan saja oleh masyarakat. Pemanfaatan berbagai platform digital tersebut diharapkan mampu memperluas penyebaran informasi sekaligus mendorong masyarakat untuk membagikan materi edukasi kepada keluarga maupun lingkungan sekitarnya.
Program edukasi ini mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Teras, khususnya anggota PKK. Warga menilai booklet tersebut menyajikan informasi yang praktis, menarik, dan mudah dipahami. Materi yang disampaikan juga dianggap relevan dengan semakin maraknya kasus penipuan online yang terjadi di masyarakat. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan literasi digital sekaligus membangun kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai ancaman kejahatan siber.
Melalui program ini, mahasiswa berharap masyarakat Desa Teras semakin menyadari pentingnya menjaga keamanan data pribadi, lebih kritis dalam menyikapi pesan atau informasi yang mencurigakan, serta mampu mengenali berbagai bentuk penipuan digital yang terus berkembang. Selain itu, booklet digital ini diharapkan dapat menjadi media edukasi yang berkelanjutan dan tetap dimanfaatkan oleh masyarakat meskipun program KKN telah berakhir.
Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui pemanfaatan media digital sebagai sarana edukasi, program ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan literasi digital, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) melalui pemanfaatan media digital untuk edukasi masyarakat, SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dengan memperluas akses terhadap informasi yang tepercaya, serta SDG 16 (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui peningkatan kesadaran masyarakat dalam mencegah kejahatan siber.